Menggabungkan Tradisi dan Digital, Kebangkitan Seni Pertunjukan Digital di Turki

JAKARTA, seriale-turcesti.biz – Di era digital, Turki menghadirkan pendekatan baru dalam melestarikan seni budaya tradisional lewat teknologi. Salah satu peristiwa terkini yang patut diperhatikan adalah Festival Seni Digital Istanbul (IDAF) edisi 2025 yang diselenggarakan di Atatürk Cultural Center (AKM), Istanbul. Festival internasional ini mempertemukan para seniman digital dari dalam dan luar negeri, serta pakar seni dan teknologi dalam rangka menciptakan pengalaman artistik yang memadukan visual dan suara secara interaktif.

Tema “Connecting” atau “Menjalin Hubungan” dipilih untuk menyorot keterikatan antara manusia dan mesin, sebuah relasi baru yang dieksplorasi dalam berbagai karya. 80 lebih kolaborasi seni digital ditampilkan, termasuk oleh studio-studio kenamaan seperti Ars Electronica dan Artechouse, serta seniman digital seperti Universal Everything, Jonathan Monaghan, Bahar Ceren, dan Ozan Türkkan. Pengunjung pun tidak hanya bertindak sebagai penonton pasif; mereka bisa mengikuti lokakarya, panel diskusi, dan pertunjukan visual-auditori yang memperkaya pemahaman tentang hubungan seni, data, dan teknologi.

Tradisi terus dilestarikan di ruang modern lain seperti Bursa yang memiliki Karagöz Museum, museum khusus wayang bayangan Turki Karagöz dan Hacivat. Museum ini menjadi pusat pelestarian cerita rakyat visual Ottoman dengan koleksi asli boneka dan arsip pertunjukan tradisional. Melalui kombinasi antara pendekatan digital dan konservasi klasik seperti museum, Turki memanfaatkan kekuatan teknologi untuk mendorong kelangsungan budaya sambil merangkul inovasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *