Spotify Kembalikan Fitur Pesan Langsung untuk Pererat Interaksi Pengguna

JAKARTA, seriale-turcesti.biz – Spotify, platform streaming musik terkemuka di dunia, kembali menghidupkan fitur direct messaging (DM) yang sempat dihentikan pada tahun 2017. Langkah ini diumumkan pada 26 Agustus 2025 sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan interaksi sosial di dalam aplikasi dan mempertahankan daya saing melawan platform lain seperti Apple Music, Amazon Music, dan YouTube Music. Dengan jumlah pengguna aktif bulanan mencapai 696 juta pada kuartal kedua 2025, Spotify berambisi mencapai 1 miliar pengguna, dan fitur DM ini menjadi salah satu kunci untuk mewujudkannya.

Latar Belakang Penghentian dan Kebangkitan Fitur DM

Fitur pesan langsung, yang sebelumnya dikenal sebagai “Spotify Inbox,” pertama kali diperkenalkan bertahun-tahun lalu, memungkinkan pengguna untuk berbagi rekomendasi musik, podcast, dan audiobook langsung di dalam aplikasi. Namun, pada 2017, Spotify memutuskan untuk menghentikan fitur ini karena tingkat keterlibatan pengguna yang rendah dibandingkan dengan sumber daya yang diperlukan untuk memeliharanya. Banyak pengguna saat itu beralih ke aplikasi pihak ketiga seperti WhatsApp, Instagram, atau iMessage untuk berbagi konten Spotify, yang membuat fitur DM dianggap kurang relevan.

Kini, dengan pertumbuhan basis pengguna yang signifikan dan perubahan tren menuju pengalaman sosial dalam platform digital, Spotify melihat peluang untuk menghidupkan kembali fitur ini. Perusahaan menyatakan bahwa fitur DM baru, yang disebut “Messages,” dirancang untuk melengkapi cara pengguna berbagi konten melalui platform eksternal, bukan menggantikannya. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan riwayat rekomendasi dan percakapan di dalam aplikasi, sehingga memudahkan mereka untuk kembali ke konten yang dibagikan tanpa perlu mencari ulang.

Cara Kerja Fitur Messages

Fitur Messages tersedia untuk pengguna berusia 16 tahun ke atas, baik pada akun gratis maupun premium, dan mulai diluncurkan di pasar tertentu seperti Amerika Latin dan Amerika Selatan, dengan rencana ekspansi ke Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Inggris, Australia, dan Selandia Baru dalam beberapa minggu ke depan. Pengguna dapat mengakses fitur ini melalui ikon profil di pojok kiri atas aplikasi mobile Spotify.

Berikut adalah beberapa fitur utama dari Messages:

  • Berbagi Konten dengan Mudah: Pengguna dapat membagikan lagu, podcast, atau audiobook langsung dari tampilan “Now Playing” dengan mengetuk ikon bagikan dan memilih kontak. Kontak yang disarankan mencakup pengguna yang pernah berinteraksi melalui fitur seperti Jams, Blends, atau Collaborative Playlists, serta mereka yang berada dalam paket Family atau Duo.

  • Percakapan Satu-satu: Messages hanya mendukung obrolan satu lawan satu, bukan grup, untuk menjaga pengalaman yang lebih personal. Pengguna dapat bereaksi dengan emoji atau teks setelah menerima permintaan pesan.

  • Keamanan dan Privasi: Meskipun pesan dienkripsi saat transit dan saat disimpan, Spotify menegaskan bahwa fitur ini tidak menggunakan enkripsi end-to-end. Perusahaan akan memindai pesan untuk mendeteksi konten yang melanggar aturan, seperti konten yang tidak sah atau berbahaya, dan pengguna dapat melaporkan pesan atau akun yang bermasalah. Pengguna juga dapat menolak permintaan pesan, memblokir pengirim, atau menonaktifkan fitur Messages sepenuhnya melalui pengaturan privasi.

Strategi Spotify di Tengah Persaingan

Keputusan untuk menghidupkan kembali fitur DM merupakan bagian dari strategi Spotify untuk menjadikan platformnya lebih interaktif dan “sticky,” sehingga pengguna menghabiskan lebih banyak waktu di dalam aplikasi. Chief Product and Technology Officer Spotify, Gustav Söderström, mengindikasikan bahwa pengalaman mobile akan menjadi lebih interaktif, dengan fitur seperti komentar pada podcast dan umpan berbasis video sebagai langkah pendukung.

Namun, langkah ini tidak luput dari kritik. Beberapa pengguna, terutama di komunitas seperti Reddit, menyatakan bahwa mereka lebih menginginkan peningkatan kualitas audio, seperti janji lama Spotify untuk menghadirkan tier HiFi dengan audio lossless, daripada fitur sosial seperti DM. Ada juga kekhawatiran tentang privasi, mengingat kurangnya enkripsi end-to-end dan pemindaian proaktif terhadap konten pesan.

Dampak bagi Pengguna dan Artis

Fitur Messages diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan pengguna dengan mempermudah berbagi konten dan memperkuat aspek sosial dari pengalaman mendengarkan musik. Bagi artis, peningkatan interaksi ini berpotensi meningkatkan jumlah streaming dan penambahan ke playlist, meskipun manfaatnya bergantung pada apakah Spotify juga mengatasi kritik terkait kompensasi artis yang dianggap rendah.

Dengan persaingan yang semakin ketat, Spotify berupaya membedakan diri dari kompetitor seperti Apple Music, yang telah memperkenalkan fitur seperti playlist bersama dan lirik tersinkronisasi waktu, serta YouTube Music, yang memanfaatkan ekosistem YouTube yang kaya akan interaksi pengguna. Fitur DM ini menjadi langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan basis pengguna dan mempertahankan posisi Spotify sebagai pemimpin pasar streaming musik.

Kembalinya fitur pesan langsung menandai langkah Spotify untuk mengubah platformnya dari sekadar layanan streaming menjadi ruang sosial yang lebih terintegrasi. Meskipun menghadapi tantangan seperti kekhawatiran privasi dan ekspektasi pengguna yang beragam, fitur Messages menunjukkan komitmen Spotify untuk berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan pengguna modern. Dengan peluncuran yang dimulai pada Agustus 2025, dunia menantikan apakah fitur ini akan berhasil menarik perhatian pengguna seperti yang diharapkan, atau justru mengulang nasib fitur serupa di masa lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *